Beberapa bulan yang lalu, saya mengunjungi Museum Brawijaya di Malang ketika ada Workshop #Oblongmerah# . Saya mendapatkan salah satu kalimat yang sempat saya catat di buku saku di salah satu ruangan museum itu adalah ungkapan dari Jenderal Soedirman. Kalimat itu cukup baik dan cukup memberikan pencerahan kepada diri saya barangkali buat anda juga, yaitu :
“jangan bimbang menghadapi bermacam –macam penderitaan, karena makin dekat cita – cita kita tercapai, makin berat penderitaan yang harus kita alami”
Penderitaan terkadang membuat hati menjadi sakit dan gelisah. Kita selalu berharap bahwa penderitaan itu segera berakhir dengan cepat. Kita berharap kita segera mendapatkan kebahagiaan. Penderitaan itu cukup beragam dari : Kehilangan anak, kekayaan, kematian, dan kemiskinan, dll. Namun sedikit sekali dari kita yang bisa memikirkan bahwa kehadiran penderitaan adalah salah satu bentuk kasih sayang tuhan dalam bentuk yang lain.
Ingatlah bahwa langit dan bumi ini adalah kekuasaan-Nya. Dialah yang mendatangkan dan menghilangkan untuk menguji apakah engakau adalah seorang hamba yang kuat atau yang lemah. Bilal, adalah salah satu kisah, dalam sejarah perjuangan umat islam di awal penyebarannya, budak hitam ini. begitu kuat menahan penderitaan demi menjaga aqidah yang baru dipegangnya yaitu” islam”. Konon, prestasi membanggakan dari seorang bilal adalah, Sandalnya sudah terdengar di surga .. luar biasa !!!
Mari kita menangkan setiap pertarungan dengan jalan penderitaan di berbagai hal, untuk membesarkan jiwa kita biar tidak mati. semoga !

