Sebenarnya hari kemarin hanya sebuah hari yang baru kita tinggalkan. Di hari yang berlalu itu, apakah kita sudah melakukan yang menguntungkan buat diri kita atau buat orang lain. Menguntungkan orang lain entah membanggakannya maupun memberinya motivasi yang bisa membuatnya kembali tegar berjunag ; bagi umat dan bangsa.
Kita meninggalkan hari tetapi kita akan menjalani hari yang lain. Selama hidup kita tetap berlanjut, kita kan terus berpetualang dan menikmati rona sinar matahari di pagi hari yang indah, Sunshine In The Special Morning !
Terkadang hidup harus memilih
Keberhasilan terbesar manusia adalah mereka berani memilih ; berkembang atau stagnan.
Ketika kita menghendaki hidup kita berkembang dan melakukan lompatan –lompatan besar maka kita harus senantiasa menikmati bahwa hidup memang untuk dinikmati, udara yang segar, alam yang terbentang indah, pendamping hidup yang menyenangkan.
Maukah engkau memilih hidup yang akan dijalani?
Apakah ketika kita mau memilih hidup untuk mencapai puncak keberhasilan kita takut untuk melangkah maupun membunuh ketakutan itu sendiri. Akankah kita berani untuk mengambil keputusan dengan cepat , semisal “ hidupku harus menjadi pemimpin yang adil maupun menjadi sejarawan yang huebat.
Mungkin kita sering dihantui oleh takut menemukan kegagalan, ketahuilah kegagalan itu karena orang yang tidak mau berusaha bertahan, “orang gagal yang gagal itu ada dua, pertama, orang yang berfikir tapi tidak mau bekerja sama sekali. Dan kedua, orang yang bekerja tetapi tidak mau berfikir ( silahkan dicek dibuku seni mengukir prestasi, muhammaad Ibnu sarrar alyami)
Terkadang faktor yang menghambat kita maju yaitu kita kurang tegar dan plin-plan, seharusnya kita harus selalu tegak dan kuat. Cobalah kita renungkan kembali betapa orang yang tidak tegar akan mudah terbawa laju perubahan tetapi bukan memberikan perubahan.
Tegar berarti siap menerima semua konsweksi yang dilakukan. Kita selalu melakukan ketidak tegaran karena sikap kita yang kurang stabil, mudah terpesona, mudah menyerah.
Mari kita berteriak lantang dan harus menempuh jalan yang berbeda “ Berbeda Tetapi Membawa Hasil Dan Kebaikan” bukan berbeda tetapi berprilaku aneh dan sia –sia belaka.
Bolehlah kita kembali ke shirah nabi muhammad saw. Ketika sedang gencar – gencarnya berdakwah untuk membumikan islam terutama di kalangan kabilah-kabilah yang berada di padang pasir. Beragama tekanan bahkan rencana pembunuhan dan sikap kekejaman yang dilakukan kepada pengikut –pengikut banyak dilakukan oleh orang suku quraish. Sosok rasulullah pun muncul sebagai orang baru yang membawa ajaran tauhid, yang ditentang oleh masyarakat karena dinyatakan bertentangan dengan ajaran nenek moyang mereka yaitu menyembah patung.
Bahkan rasulullah pernah ditawari perempuan yang cantik, kekuasaan yang luas dan harta yang melimpah, asalkan berhenti menyebarkan ajarannya. Tetapi apa kata beliau “ seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku maupun bulan ditangan kiriku agar aku berhenti berdakwah, maka aku tidak berhenti menyebarkan hingga aku mati di jalan ini.
Beliau tetap tegar dan tetap bersungguh –sungguh, seandainya sikap plin-plan ditunjukkan oleh rasulullah, maka bagaimana kita bisa mengenal keluhuran agama islam ini. Bagaimana dengan kita?
Apakah anda pribadi yang tegar atau plin-plan, hanya anda yang mengetahui jawabannya.
Buatlah hidup kita lebih berarti, agar kita menjadi orang seperti ungkapan berikut ini “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader (John Quincy Adams)
Fendi
Kepala Dept. Pers&IT ldk MKMI