Kalau aku boleh mengadu kepada setiap orang perihal banyaknya perasaanku yang sering terlalu hilaf, maka aku tak ubahnya orang cengeng dengan sifat pesimis namun apabila aku berdiam hanya dengan menerima setiap penindasan, maka aku tak ubanya seperti ” sapi ” yang hanya dipenjara di dalam kandang.
Kalau aku boleh mengadu kepada orang -orang elit di negeri ini, apakah mereka mau mendengarkan aku, padahal aku tidak memiliki jas dan mobil untuk menjadi identitasku, apakah dengan baju yang lusuh? para elit di negeri ini mau menerimaku atau mereka beralasan lagi sibuk dengan urusan bisnis dan keluarga.
Aku menyadari begitulah ” jalan pengaduanku “
