Posts tagged ‘the power of malas’

12/30/2011

Seandainya Kita Malas, Mendefinisikan Malas itu Susah

Oleh : Fendi

Kita adalah makhluk pekerja keras, kita sering kali bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan “ keinginan” serta kebutuhan “rasa gengsi” dari kebutuhan itu, kita selalu bergerak untuk mencapai apa yang diimpikan, kita selalu bergerak melebihi batas kemampuan yang ada, terkadang hasilnya juga jauh melampaui apa yang kita impikan

Kemalasan adalah persoalan baru bagi seseorang meraih kesuksesan, siapapun yang malas. Maka kemalasan akan mengantarkan kepada garis penderitaan, karena kesuksesan selalu menjadi milik orang yang bekerja keras. Bekerja untuk meraih impian dan cita –cita besar.

Kita boleh bertanya kepada orang lain, orang tua maupun teman seperjuangan ataupun kepada hati nurani kita sendiri. Benarkah Ir. Soekarno menjadi president kalau kerjanya hanya bermalas –malas di tempat tidur? Beberapa di antara kita akan menjawab tidak “ karena lahirnya negeri ini merupakan langkah dari beberapa langkah besar yang digerakkan oleh orang –orang yang tidak lelah meraih impian yaitu “ perubahan ”

Lalu kita juga boleh bertanya “ benarkah kemalasan mengantarkan kita kepada pintu kesuksesan?

Untuk menjawab itu, maka saya menawarkan sebuah judul menarik di essaiku kali ini “Seandainya Kita Malas, Mendefinisakan Malas itu Susah” kita pernah merasa bahwa kesuksesan selalu menjadi milik orang yang rajin tetapi orang malas pun juga menjadi orang kaya.

Sebuah buku menarik membuat saya berputar –putar untuk mendefinisikan perngertian sebuah kemalasan. Wira Setya, penulis buku the power of malas ! dalam pembukaan bukunya menjelaskan definisi malas, penjelasan ini sangat membantuku memahami apa itu pengertian malas. Malas adalah keengganan untuk melakukan sesuatu. Ketika kita disuruh pergi ke sekolah atau ke masjid untuk belajar, ketika kita enggan berarti kita malas untuk memperoleh pengetahuan, tetapi apabila kita menggiatkan diri pergi ke sekolah atau ke tempat kerja, kita bisa terbilang rajin.

Yeap, kita boleh mendefinisikan malas berdasarkan bahasa, akan tetap ditemukan pengertian bahwa orang malas akan jauh dari kesuksesan. Orang malas akan sedikit untuk beruntung, orang malas akan sedikit untuk melakukan perbuatan, karena sikap kemalasan itu akhirnya mereka kurang sukses dalam pekerjaan.

Pernah kah kita mendengar hukum sebab akibat?

Setiap sebab pasti ada akibatnya, ya … kita barangkali sudah menduga barangkali karena kehadiran rasa malas beberapa orang memikirkan ide –ide kreatif. Mungkin saja pernyataan ini benar ‘ karena adanya rasa malas berjalan kaki untuk perjalanan yang cukup jauh, sehingga beberapa ilmuwan melahirkan ide –ide kreatif membuat sepeda motor atau mobil. Tetapi, malas bekerja dan malas belajar bisa jadi membuat kita bertambah bodoh atau bertambah miskin, karena sebab akibat itu berlaku secara universal berdasarkan logika. Orang belajar dengan tekun akan semakin banyak uang yang didapat, orang bekerja akan semakin banyak kekayaan yang didapat pula. Sehingga kita perlu mendefinisikan malas bukan malah menjadi kreatif tetapi membuat kita bertambah tidak kreatif, karena orang malas selalu enggan untuk bergerak. Tetapi Wira Setya selalu memandang dengan sudut pandang berbeda mengenai rasa malas, lebih tepat kita boleh membaca bukunya “ the power of malas”. Bagaimana rasa malas membuat kita bertambah kaya? Keren bukan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.