Upaya Mencintai Sesama Lewat Komunitas

Catatan  : Fendi Chovi

Selama kurang lebih satu minggu bertempat di Omah Jawi, Jogjakarta, saya berkesempatan menikmati kegiatan Interfaith Peace Camp 2014. Kegiatan ini cukup inspiratif dan memberikan wawasan baru tentang kehidupan yang seringkali kita lupakan, yaitu menghargai orang lain. Pada kegiatan Peace Camp ini, saya belajar banyak hal tentang kehidupan ini, termasuk tentang narasi kehidupan manusia. Narasi kehidupan manusia yang begitu panjang, seringkali diwarnai dengan cerita tragedy meski keharmonisan dalam kehidupan ini juga kita saksikan di sekitar lingkungan kita.

20140817_130954Kegiatan Peace Camp ini, merupakan salah satu kegiatan Young Interfaith Peacemakers Community untuk para pemuda dari berbagai daerah. Selama kurang lebih empat hari, para peserta mendapatkan materi tentang 12 nilai perdamaian, sebagai sajian untuk mengenal keberagamaan budaya dan kehidupan manusia.

Kegiatan ini sangatlah menarik karena saya bisa menikmati kegiatan sharing-sharing dengan teman-teman baru yang beda agama dan juga beda keyakinan. Anda tahu bahwa perbedaan keyakinan seringkali menimbulkan perpecahan dan perang yang tidak berkesudahan yang melahirkan korban-korban yang cukup signifikan. Continue reading →

Tempat Tongkrongan, wisata memburu ide

Hari ini, aku menyaksikan banyak hal terjadi di sekitarku. Itu kejadian yang sepertinya menjadi rutinitas orang-orang di sekitarku. Aku akan kekurangan kekuatan jika tongkrongan itu pada akhirnya membuatku tidak jadi menikmati kenyaman kehidupanku ini. Aku tetap akan terus berusaha mencari sesuatu sebagai petunjuk untuk menemukan diriku sebagai cerita indah melewati hari-hariku.

Aku pikir, aku perlu mencari tempat tongkrongan yang paling sepi dan aku bisa seperti pertapa tua di sana. Meskipun nanti teman-temanku datang. Aku sudah menyiapkan di dalam imajinasiku. Orang-orang yang datang itu aku imajinasikan sebagai malaikat dan mereka datang untuk memberikan imajinasi cerdas kepadaku.

Aku mungkin adalah orang-orang yang seringkali melupakan diriku. melupakan masa depanku. cita-citaku. gadis yang pernah menghampiriku. mungkin juga orang-orang yang berniat baik maupun buruk kepadaku. Itu cita-citaku saat ini. Aku pun akan terus berupaya untuk mengingatkan diriku suatu hari nanti. Aku akan tetap mengatakan kepada hatiku bahwa aku benar-benar bisa menjadi lebih baik ketika aku mengingat keberadaaan diriku sendiri. orang-orang yang hadir dalam kehidupanku dan kemudian orang-orang itu memberikan kenangan indah tentang kehidupan ini. aku berharap bahwa aku tidak mati rasa setelah aku dibiarkan sebagai orang yang hanya hidup sesaat saja.

Pikiran Suntuk, Biarkan aku tetap menyendiri

Sejak banyak kasus menimpa para pejabat tinggi pemerintahan di negeri ini, aku kemudian menjadi ilfil untuk memilih siapapun untuk menjadi pemimpin di negeri ini. Aku bertambah sedih karena kandidat yang maju jadi pilpres saat ini berteman dan didukung oleh para politisi senior yang sebenarnya memiliki track record yang buruk. Tidak sedikit dari mereka yang berperilaku kurang terpuji bahkan juga kurang pantas untuk dijadikan tokoh ataupun teladan.

Maka demi mengusir perasaan sakit hati itu, aku akhirnya mengalihkan isu lain yang perlu aku pikirkan saat ini. Pikiran itu berupa, “apa kontribusi yang menarik yang bisa aku berikan kepada para pejabat tinggi di negeri ini?

Aku pikir dengan cara berpikir semacam itu, maka aku kemudian menjadi cerdas dalam menyikapi gempuran buruk tentang perilaku dan kehidupan manusia di sekitarku ini. Aku berharap aku bisa menyelesaikan beberapa hal penting ketimbang pikiranku di masuki informasi racun tentang kehidupan orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu besar berpengaruh kepadaku.

Tapi aku juga seperti bersalah ketika dunia luar begitu berkembang pesat sedangkan aku membiarkan semua itu berlalu bagaikan cerita-cerita yang terus berjalan tanpa makna. Aku berharap bahwa nanti aku bisa menyelesaikan semua urusan-urusan yang ada dihatiku ini sebagai peta untuk melihat keadaan lebih besar lagi. Semoga saja begitu.

Melalui Hari dengan Beragam Kegiatan

Blog ini, saya biarkan tetap hidup meski tidak banyak postingan lagi.

Hari ini, saya sepertinya perlu lagi menulis banyak hal tentang apa saja yang berlalu dan itu melihatkan saya sebagai orang di dalam peristiwa itu. Minggu-minggu ini, saya sedang mempersiapkan kegiatan isra mikraj di asrama mahasiswa dan kegiatan itu melibatkan warga masyarakat di sekitar kampus. Menurut kesepakatan dengan pengelola, insya allah kami akan mengundang 700 orang untuk menghadiri acara tersebut. Jumlah yang tidak sedikit meski juga tidak terbilang terlalu banyak.

Rapat dengan teman-teman pun dimulai dan Alhamdulillah, Jakfar Shadiq terpilih menjadi ketua pelaksana. Sebagai kordinator musahhil, saya mendapat jatah jadi penanggung jawab acara. Sebuah tanggung jawab yang juga tidak gampang, meski juga tidak perlu dibuat sulit. Karena ini kerja kebersamaan.

Saya mendapatkan tugas dari pengelola untuk mengundang penceramah, hiburan albanjary untuk menyenandungkan sholawat nabi di pra acara. Tentu saya juga harus mampu mengarahkan motivasi teman-teman meski saya sebenarnya tidak berposisi sebagai motivator. Saya pun berniat untuk bekerja dengan teman-teman. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan beberapa undangan hadir sesuai dengan harapan meskipun beberapa juga berhalangan hadir.

Saya kira, pengalaman mengadakan acara dan menggelar isra mikraj adalah pengalaman berharga sebagai pembelajaran ketika pulang ke masyarakt suatu saat nanti. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman atas kerja keras dan sumbangan ide dan pikiran dalam acara tersebut.

Beberapa hal yang bisa saya pelajari dari kegiatan tersebut adalah melihat teman-teman mendekorasi panggung dan melihat kerja sie konsumsi mengatur snack dan jatah makan untuk undangan, ngurusi hal-hal lainnya. Saya hanya memantau dan berkomunikasi jika ada yang kurang. Sesekali saya membantu teman-teman. Saya memperjelas lagi bahwa sebuah acara itu akan sukses dengan baik ketika panitia bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas dan fungsi) dalam kepanitiaan. Begitulah. Nanti saya tambahkan lagi tulisan ini.

#Untukku, Untukmu, untuk Sebuah Pembelajaran

Fendi Chovi, komunitas blogger Madura

Studi Tour Asrama Mahasiswa UTM

WKUTM – Asrama Mahasiswa, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan studi tour ke Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Ma’had Sunan Ampel Al-aly, (05/04/14) . Kegiatan tour ini diikuti oleh seluruh Musahhil Asrama UTM baik putra dan putri serta beberapa pengelola Asrama antara lain; Agus Ramdhany selaku Direktur Asrama, Firdaus Sholihin selaku Sekretaris Asrama, Hamdy Mubarak selaku Pengelola Asrama Divisi Peribadatan Dan Pengajaran, beberapa Cleaning Service & Satpam yang bekerja di UTM dan di Asrama UTM.

Fendi Chovi selaku ketua mussahil Asrama UTM Periode 2013-2014, berharap dengan kegiatan tour ini. Semua pengurus Asrama khususnya Musahhil, biasa belajar dan melihat kegiatan asrama di luar UTM. Dalam cara mendidik, mendampingi, serta melaksanakan program kerja yang ada. Setidaknya buat pembenahan dan kebaikan asrama UTM ke depannya.

Kegiatan studi tour ini sebagai salah satu langkah untuk berbagi pengalaman, dan mencari ilmu tambahan tentang tata kelola seputar Asrama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh pengurus Asrama agar menjadi lebih baik dan bisa mewujudkan visi-misi dalam mengelola dan mendampingi mahasiswa sesuai dengan visi-misi Asrama UTM.

Para peserta kegiatan Kunjungan studi tour Asrama mahasiswa UTM ini ditemui oleh M. Aunul Hakim, M.HI dan ahmad Muzakki sebagai orang penting di Ma’had Aly Maulana Malik Ibrahim. Hampir dua jam lebih para mahasiswa dan pembina Ma’had Aly berbicara dan diskusi banyak hal, tentang masalah kegiatan ini. Bapak Ustad Aunul sebagai sekretaris Asrama juga menceritakan banyak hal tentang Asrama Ma’had Aly kepada peserta kunjungan ini. kegiatan tanya jawab juga terjadi di antara peserta dengan pengelola dari UIN Maulana Malik Ibraham. Sesudah acara pertemuan tersebut, para pengurus Asrama melakukan kegiatan jalan-jalan ke dua tempat, yaitu Selecta Malang dan Batu Night Spectacular (BNS) di Batu, Malang. (nof)

-Berita dari Warta Kampus UTM

Berani Menulis dan Berbagi

Saya kira ada rasa berdosa yang muncul di dalam benak saya ketika blog ini saya tinggalkan dan tidak menuliskan satu pun postingan. Saya terakhir menulis postingan pada tanggal 15 desember 2013. Setelah itu, hampir satu bulan lebih saya tidak menulis satupun postingan.

Ada banyak cerita yang sempat saya tulis di blog ini. Cerita itu datang dan pergi ketika alam imajinasi dan pikiran saya mencoba untuk mengingat-ingat kembali. Saya kira sungguh berguna sekali saya memiliki blog meski saya masih kurang atau lebih tepatnya belum benar-benar jadi blogger yang rutin menuliskan ide dan pengalaman saya di blog ini.

Blog ini, saya kira memiliki potensi untuk saya kembangkan dan saya jadikan sebagai peta dan jalan untuk melihat masa lalu saya sendiri. Begitu banyak cerita bertabur dan salah satunya adalah cerita saya bergabung dengan komunitas blogger.

Saya kira hal-hal elementer yang perlu saya ingat ketika saya sedang malas menulis adalah ingatlah bahwa seorang penulis dikenal dari tulisannya dan ide-ide yang bisa disalurkan untuk memberikan motivasi kepada orang lain, terutama orang-orang yang saat ini sedang menjalani kesusahan ataupun keberlimpahan harta tapi tidak juga menemukan kebahagiaan di dalam kehidupan mereka.

Saya kira hal berharga bagi seorang penulis khususnya bagi blogger adalah keberanian untuk tetap menulis. Mereka harus menulis dalam situasi apapun dan keadaan apapun. Ketika kemauan menulis tidak ada maka percuma saja segala bentuk keahlian menulis dan apapun sejenisnya dimiliki orang itu. Karena pada akhirnya semua itu tidak akan berguna. Jadi blogger menurut saya haruslah berani menulis dan berani berbagi lewat tulisan-tulisan kita itu.

Selamat membaca dan jika ada saran silahkan berbagi lewat twitter saya ini @fendichovi

Jadi Blogger Itu Keren

Kadang saya berfikir bahwa jadi blogger itu keren. Tetapi apa-apa yang saya katakan bahwa jadi blogger itu keren kadang tidak sebanding lurus dengan kejelasan saya dengan aktivitas ngeblog itu sendiri. Anda mungkin perlu saya ceritakan awal mula saya ngeblog. Seorang teman bernama Nurwahyu Alamsyah mengajak saya berkenalan dan menganjurkan agar saya mencintai aktivitas blogging dan break the habit.

Akhirnya berkat saran dan anjuran itu, saya mengikuti kegiatan Kopdar Blogger Nusantara yang diletakkan di Sidoarjo. Itu kegiatan temu Blogger Nusantara yang pertama – selanjutnya Blogger Nusantara saya sebut dengan BN. Ribuan blogger dari berbagai komunitas hadir dan menjadi peserta pada kegiatan akbar ini. Continue reading →

Percakapan Dua Orang Smart

Oleh : Fendi Chovi

Saya pernah membayangkan percakapan Thomas A. Edition dengan Albert Enstein. Dua ilmuwan ini, sedang asyik membahas tentang ide masing-masing menggunakan HP merek smartfren dan smartfren yang mereka pakai mencerminkan dua sahabat yang benar-benar cerdas atau pribadi yang smart.

“Pak Edition, apa saja karya atau ide-ide yang bisa anda berikan kepada dunia?

“Saya ingin membuat lampu pijar, sehingga semua orang bisa belajar dengan nyaman. Harapan lainnya saya ingin dengan kenyamanan belajar itu mereka nanti bisa menjadi manusia yang smart dan bertanggung jawab bagi nusa dan bangsa.” Continue reading →

Sabtu Sore Saat menghadiri Taiwan Excellence di Grand City

Setiap blogger, mungkin akan selalu dihadapkan dengan dunia tulis menulis, maksud saya jika anda seorang blogger maka anda akan seringkali menerima undangan untuk menghadiri suatu launcing produk ataupun kumpul-kumpul blogger, sehabis itu barulah kita disuruh untuk menuliskan apapun yang ada kaitannya dengan kegiatan yang diikuti.

Sejak saya aktif ngeblog khususnya setelah menjadi bagian dari komunitas blogger maka yang kerapkali saya temukan adalah adanya kegiatan kumpul-kumpul blogger yang lebih keren disebut dengan kopi darat disingkat kopdar. Menjadi blogger adalah tindakan keren. Sebab dengan menjadi bagian dari komunitas blogger maka kita belajar dan berupaya untuk berbagi sedikit apa yang kita lihat, kita dengar hingga apa yang kita pahami tentang sesuatu lalu kita tulis di blog. Continue reading →

Afifah Afra : Sebuah Balasan Twitt di Malam Minggu

@AhmadFendi1 insyaAllah akan segera lahir karya-karya yang berkualitas dan bestseller dari Anda 🙂

Itu twit balasan dari Mbak Afifah Afra yang mungkin membuat hati saya menjadi terharu dan sekaligus tantangan untuk diwujudkan. Saya tahu bahwa ukuran keberhasilan menjadi penulis bukan semata-mata buku-buku kita best-seller dan kita dikenal oleh publik. Seseorang menasehati saya, “Menulis itu ya menulis itu sendiri. Artinya tidak ada motif lain kecuali untuk menulis. Menulis itu ya kerja kreatif. Itu saja. Kalau pun ada motivasi lain, selebihnya adalah untuk kerja laku, spiritual dan kebudayaan. Tak lebih.”

Saya menduga kerja menulis itu mirip seperti kerja-kerja yang lain. Hanya saja, ia butuh keterampilan teknis dan keberanian. Penulis yang tidak ada teknis, ia tidak ada ciri khas gaya bertutur dan jika ia tidak berani, ia hanya akan menulis yang biasa-biasa saja.

Terlepas apakah kita punya niat menulis buku-buku  best-seller ataupun buku-buku yang dibaca miliaran manusia di muka bumi. Itu tergantung dari niat dari setiap dari mereka yang ingin menjadikan diri meeka sebagai penulis. Hari ini, niat saya menulis hanyalah untuk menyampaikan pandangan saya kepada orang lain melalui sebuah tulisan, karena tidak ada kemampuan lain yang lebih saya sukai kecuali menulis.

Di blog ini, saya juga ingin menyampaikan kesan saya kepada Mbah Afifah Afra. Sebagai penulis buku dan trainer, Mbak Afifah memiliki kualitas yang mengagumkan saat menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada setiap orang yang menjadi peserta seminarnya. Terlebih lagi, jika ia menyampaikan pesan-pesan untuk berprestasi. Jika ada orang bertanya, apa prestasi Mbak Afifah Afra sendiri maka mewakili beliau saya akan menjawab beliau memiliki prestasi yang cukup baik dalam bidang kepenulisan, itu terbukti dari beberapa penghargaan yang diraihnya serta buku-buku yang ditulisnya seperti Smart To Be Writer dan Serial Marabunta, yang cukup menarik untuk dibaca, khususnya para remaja.IMG_8216

Tentang menulis itu lagi, pada saat SEMUT  tahun 2011 yang lalu, saya bertanya perihal menulis ke Ustad Salim A. Filllah sewaktu di undang ke UTM untuk kegiatan yang sama. Ia menyodorkan beberapa jawaban dari apa yang saya tanyakan. Dan itu jawaban penting bagi saya sebagai penulis pemula saat itu.

Dan akhirnya hingga kini, saya juga seringkali bertemu dengan beberapa penulis dan itu kebanggaan tersendiri. Tetapi yang lebih berkesan bagi saya adalah ketika saya bertemu penulis yang buku-bukunya lebih dulu saya baca dan saya pelajari bagaimana cara ia menyampaikan gagasan dan menuliskannya sehingga karyanya itu membuat kegembiraan bagi saya ini. Jika itu yang saya sukai, maka tidak ada yang saya salah ketika ada orang bertanya, “Kenapa kamu tidak bertamu ke Mbak Afifah, kenapa lebih suka memotret saja di dalam ruangan?

Sebagai orang yang suka menulis seharusnya saya menemani beliau serta bertanya banyak hal mengenai kepenulisan termasuk bertanya perihal proses kreatif beliau sendiri dalam kepenulisan. Tetapi sebagaimana yang saya sampaikan, saya lebih suka membaca buku orang tersebut, lalu bertemu dengannya jika tidak ada yang mengerti. Sejauh ini, saya Alhamdulillah sedikit bisa memahami panduan menulis dari Mbak Afifah. Tetapi bukan saya hendak bersikap sombong saya tidak bertemu ke beliau, sebagaimana kegilaan saya untuk bertanya banyak hal jika ada seorang penulis datang ke kampus saya.

Saya merindukan Haruki Murakami dan AS. Laksana, karena ada beberapa hal yang luput dari penglihatan saya dalam setiap membaca karya-karya beliau. Sekali lagi, terima kasih Bunda Afifah Afra.

Salam,

Ahmad Fendi, Blogger, Pernah belajar di FLP Bangkalan dan saat ini Co. Asrama Putera UTM